HIMPROBSI IKTL Bangun Lingkar Belajar Bersama Rumpi dan Masyarakat Desa Nuhalolon, Kecamatan Solor Barat
Laporan: Leonardus Baama Tobin (Ketua PKM-M)
IKTL, Larantuka – Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HIMPROBSI), Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka (IKTL) pada Jumat (12/06/2026) sampai Minggu (14/06/2026) bertandang ke Pulau Solor, khususnya Desa Nuhalolon, Kecamatan Solor Barat untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan tersebut dalam bingkai Program Kreativitas Mahasiswa-Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M). Tema yang diusung adalah Membangun Lingkar Belajar Bersama Masyarakat Sebagai Upaya Melestarikan Bahasa, Budaya dan Sastra Indonesia di Tengah Tantangan Era Digital. Dosen Pendamping dalam kegiatan tersebut, diantaranya Yoakim Y. M. Leu, M.Pd dan Sirilus K. K. Keban, M.Pd. Sementara, mahasiswa yang terlibat yakni semester II sebanyak 11 orang; semester IV sebanyak 12 orang; dan 17 mahasiswa dari semester VI.
Tujuan utama dari PKM-M ini adalah mengenal dan memahami salah satu program kerja mahasiswa IKTL terkhususnya pada mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) yakni Program Kreativitas Mahasiswa (PKM); mengembangkan kreativitas, imajinasi, dan kemampuan komunikasi para mahasiswa dan masyarakat luas dalam hal ini kelompok sasaran; meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bahasa, budaya, dan sastra lokal dan nasional; membentuk komunitas belajar berbasis masyarakat yang berkelanjutan; dan mengembangkan media digital sebagai sarana dokumentasi dan promosi budaya lokal.
Pelepasan rombongan PKM-M PBSI dilakukan oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (Dekan FKIP), Irwanius P. Muaraya, S.Pd., MM yang bertempat di Kampus IKTL pada Kamis (11/06/2026). Dalam sambutan pelepasannya, Dekan FKIP menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang akan melaksanakan pengabdian di desa sebagai wujud nyata implementasi ilmu pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai kependidikan yang telah diperoleh selama perkuliahan.

Lebih lanjut, Dekan FKIP berpesan agar seluruh peserta PKM-M senantiasa menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi etika, serta membangun komunikasi yang harmonis dengan masyarakat setempat. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang memberikan kontribusi positif, memberdayakan potensi desa, serta menghadirkan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat. Beliau juga menekankan pentingnya sikap disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian sosial selama menjalankan program. Melalui kegiatan PKM-M ini, mahasiswa tidak hanya belajar mengabdi kepada masyarakat, tetapi juga mengembangkan karakter, kepemimpinan, dan pengalaman nyata di lapangan.
Rombongan selanjutnya bergerak ke Solor pada Jumat (12/06/2026). Rombongan PKM-M disambut dengan hangat oleh Pemerintah Desa beserta masyarakat setempat. Acara penyambutan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan, mencerminkan sikap terbuka dan dukungan masyarakat terhadap pelaksanaan program pengabdian mahasiswa di desa tersebut.
Program kreativitas pada Jumat (12/06/2026) dilalui dengan sejumlah agenda yakni penggalian dan pembuatan sinopsis cerita rakyat Nuhalolon, pembuatan video cerita rakyat, pendampingan penulisan pantun dan puisi dalam bahasa Nuhalolon serta diskusi budaya (menggantikan rencana diskusi cerpen).
Untuk kelompok penggalian dan pembuatan cerita rakyat, kegiatannya dilaksanakan melalui proses wawancara dengan beberapa tokoh masyarakat. Hasil penggalian ditemukan setidaknya terdapat 2 cerita rakyat yang masih lekat dengan kehidupan masyarakat Nuhalolon yakni besi pare tonu wujo dan rewa plea.

Untuk kegiatan diskusi budaya, dilakasanakan pada pukul 20.00 wita, setelah dua kegiatan sebelumnya dilaksanakan. Hadir dalam diskusi tersebut Kepala Desa, Ketua BPD, Tokoh Masyarakat, Komunitas Rumah Pintar (Rumpi) dan sebagian masyarakat Desa Nuhalolon. Diskusi budaya dengan tema “Tantangan Ekonomi dalam Budaya Lamaholot” dilaksanakan sebagai wadah bertukar gagasan mengenai berbagai persoalan ekonomi yang dihadapi masyarakat dalam mempertahankan nilai-nilai budaya Lamaholot di tengah perkembangan zaman.

Kegiatan pada Sabtu (13/06/2026) dalam beberapa item kegiatan yakni senam pagi bersama, bakti sosial, dan malam pentas seni. Kegiatan senam bersama dilaksanakan pukul 07.00-08.30 wita, dengan melibatkan siswa-siswi SMP Satap Nusadani.
Malam pentas seni menjadi salah satu kegiatan penutup yang bertujuan menampilkan kreativitas, bakat, dan potensi peserta maupun masyarakat setempat. Berbagai pertunjukan seperti, puisi, monolog, musikalisasi puisi dan stand up comedy ditampilkan dalam suasana yang meriah dan penuh keakraban. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga memperkuat pelestarian budaya lokal, meningkatkan rasa percaya diri peserta, serta mempererat hubungan antara mahasiswa PKM-M dan masyarakat.

Rangkaian kegiatan PKM-M di Desa Nuhalolon telah terlaksana dengan baik melalui berbagai program yang mencakup bidang pendidikan, budaya, sosial, literasi, dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan, seperti penggalian cerita rakyat, pembuatan video sinopsis dan publikasi media sosial, pendampingan penulisan pantun dan puisi bahasa daerah, diskusi cerpen, diskusi budaya tentang tantangan ekonomi dalam budaya Lamaholot, senam bersama siswa SMP, bakti sosial di gereja, hingga malam pentas seni, telah memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi mahasiswa maupun masyarakat.*(editor: HBW)

