Puncak Dies Natalis IKTL ke 17: Merawat Ingatan, Mewujudkan Impian
IKTL, Larantuka – Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka (IKTL) telah memasuki usia 17 tahun pada 08 September 2026. Demi mensyukuri momen tersebut, maka pada Selasa (08/09/2026) bertempat di halaman Kampus 1 IKTL dilangsungkan serangkaian acara menyemarakan puncak Dies Natalis tersebut. Tema yang diusung adalah Merawat Ingatan, Mewujudkan Impian.
Hadir dalam puncak Dies Natalis diantaranya: Yosep Paron Kabon, ST (Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Flores Timur); Pimpinan Umum sekaligus Pembina Yaperthel, Sr. Ivon, CIJ; Ketua Yaperthel, Sr. Roslin, CIJ bersama jajarannya; Rektor IKTL bersama wakil rektor, dosen dan tenaga kependidikan; para alumni IKTL; tamu undangan; dan mahasiswa IKTL.

Acara Dies Natalis dibuka dengan sambutan sekaligus laporan Ketua Panita Dies Natalis, Karolus Banda Larantukan, S.Fil., M.Hum. Dalam sambutannya, beliau menandaskan bahwa merawat ingatan bukan hanya sekedar bernostalgia tetapi lebih utamanya adalah menemukan makna di balik rentetan perjalanan yang telah dilalui.
“Merawat ingatan tidak saja kita bernostalgia tentang masa lampau, tetapi lebih jauh adalah kita sejenak berhenti untuk kembali menemukan makna dan asal dari mana kita berangkat. Dan dalam ingatan yang kuat dan kokoh itulah, sesungguhnya impian kita pasti akan menemukan arah untuk diwujudkan”, terang Karno.

Beliau selanjutnya melaporkan rangkaian kegiatan yang telah dijalankan menuju puncak Dies Natalis diantaranya: Jalan Santai Sehat, Pertandingan Futsal Putra dan Putri antar program studi dan Pertandingan Futsal Putri bagi dosen dan tenaga kependidikan.
Rektor IKTL, Dr. Imelda Oliva Wissang, M.Pd dalam sambutannya memberikan makna lebih dalam terhadap momen Dies Natalis ini. Beliau merefleksikan momen ini sebagai sebuah kesiapan untuk memikul tanggung jawab yang lebih besar bagi seluruh civitas akademika demi mewujudkan mutu IKTL yang lebih baik dan terukur.
“17 tahun artinya lebih pada tiba waktu kesiapan untuk memikul tanggung jawab yang lebih besar. Karena itu, usia 17 tahun menjadi momentum penting pendewasaan IKTL. Pada fase ini transformasi akademis bukan lagi sebuah pilihan melainkan keharusan. IKTL terus dituntut melalui penguatan kapasitas SDM demi meningkatkan kualitas dan kepakaran akademis. Selain itu, penataan mutu dan penguatan mutu serta peningkatan mutu menjadi sebuah tuntutan yang harus dipenuhi. Dan terhadap tuntutan tersebut, IKTL sedang bergerak dan siap mewujudkannya” tandas Rektor IKTL.

Rangkaian acara selanjutnya diisi dengan Kuliah Umum dengan pemateri tunggal yakni Yosep Paron Kabon, ST. Tema utama materinya berkaitan dengan peran pendidikan bagi masa depan generasi Flores Timur. Dalam pemaparannya, beliau menekankan tentang pentingnya kolaborasi antara dunia kampus dengan pemerintah demi malahirkan kebijakan-kebijakan yang berbasis riset. Kolaborasi tesebut akan terwujud dengan baik jika IKTL menjadi pihak pertama yang menginisiasinya. Oleh sebab itu, mimpi IKTL dalam membangun generasi muda (bidang pendidikan) harus juga menjadi mimpi Flores Timur.

IKTL sejauh ini telah melahirkan generasi Flores Timur dengan sejumlah alumni yang tersebar di berbagi sektor pekerjaan. Dan pada kesempatan Dies Natalis tersebut, dua orang alumni diundang untuk membagikan kisah mereka. Kedua alumni tersebut yakni Maria Agustina Senona Puka yang bekerja di Komisi Pemilihan Umum Daerah Flores Timur dan Maria D. Elsoin yang bekerja di Badan Pusat Statistik Kabupaten Flores Timur. Kisah mereka, pengalaman mereka menjadi harapan sekaligus kekuatan bagi civitas akademika IKTL bahwa lulusan IKTL telah mampu bersaing secara kompetitif.

Semoga perayaan Dies Natalis ke 17 ini menjadi momentum bagi civitas akademika IKTL untuk terus berbenah demi mewujudkan mimpi sesuai dengan visi misinya. Penandatanganan Komitmen Kerja dari para dosen dan tenaga kependidikan, pada akhir sesi menjadi momen penting demi mutu yang lebih baik.* (HBW)

