BeritaPengabdian kepada Masyarakat

Dosen IKTL Dampingi Mahasiswa Lintas Perguruan Tinggi dalam KKNT GENTASKIN di Desa Kolimasang

Spread the love

Laporan: Dr. Dati Nawastuti, M.Sc

IKTL, Larantuka – Kolaborasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Nusa Tenggara Timur mewarnai pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) GENTASKIN Tahun 2026 di Desa Kolimasang, Kecamatan Adonara, Kabupaten Flores Timur. Kegiatan yang telah dilaksanakan pada Juli–Agustus 2026 tersebut, Dr. Dati Nawastuti, M.Sc., dosen sekaligus Dekan Fakultas Teknologi Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka (IKTL), dipercaya sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang mendampingi mahasiswa selama pelaksanaan program pengabdian di desa tersebut.

KKNT GENTASKIN mengusung semangat Gerakan NTT Tuntas Stunting dan Kemiskinan. Pelaksanaan program di Desa Kolimasang diarahkan pada berbagai persoalan dan potensi desa, meliputi bidang kesehatan dan gizi, sanitasi lingkungan, pendidikan, ekonomi dan kewirausahaan, serta pertanian dan teknologi. Program disusun dengan mempertimbangkan hasil observasi lapangan dan kebutuhan masyarakat setempat.

Peserta KKNT di Desa Kolimasang berasal dari berbagai perguruan tinggi di NTT, yaitu Universitas Muhammadiyah Maumere, Universitas Flores, Universitas Nusa Nipa, Universitas Katolik Indonesia St. Paulus Ruteng, Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa, STIKES St. Elisabeth Keuskupan Maumere, Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Santa Ursula, dan Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero. Keberagaman asal perguruan tinggi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk bekerja bersama dalam tim lintas institusi dan latar belakang keilmuan selama menjalankan pengabdian kepada masyarakat.

Aksi Nyata Menjaga Sanitasi Lingkungan
Salah satu kegiatan yang dilakukan mahasiswa adalah optimalisasi sanitasi mata air di Desa Kolimasang. Mahasiswa terlibat dalam pembersihan saluran dan area sekitar mata air dari sampah, lumut, serta sedimen. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program kesehatan dan sanitasi lingkungan selama KKNT.

Selain pembersihan mata air, mahasiswa melaksanakan pendampingan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), kegiatan posyandu dan pendataan stunting, edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta program Jumat Bersih. Kegiatan pendidikan juga dilakukan melalui bimbingan belajar membaca, menulis, dan menghitung, English Day, edukasi pencegahan perundungan, serta edukasi pencegahan pernikahan dini.

Mahasiswa KKNT GENTASKIN melakukan pembersihan dan penataan area mata air di Desa Kolimasang, Kecamatan Adonara, Kabupaten Flores Timur

Program lainnya menyentuh bidang ekonomi dan pemanfaatan potensi lokal. Mahasiswa melakukan pendekatan terhadap pelaku UMKM tenun dan jagung titi serta melaksanakan kegiatan penguatan kapasitas UMKM. Pada bidang pertanian dan teknologi, kegiatan antara lain berupa pembuatan kebun gizi dan pelatihan pembuatan pupuk dekomposer.

Salah satu luaran fisik yang dihasilkan mahasiswa adalah tempat sampah berbahan bambu lokal. Fasilitas kebersihan tersebut selanjutnya didistribusikan ke sejumlah fasilitas publik strategis, yaitu sekolah, Puskesmas Pembantu (Pustu), dan Kantor Desa Kolimasang.

Pendampingan dan Kolaborasi Lintas Perguruan Tinggi
Sebagai DPL, Dr. Dati Nawastuti, M.Sc. melakukan pendampingan terhadap mahasiswa serta terlibat dalam evaluasi pelaksanaan program bersama Pemerintah Desa Kolimasang. Pada tahap akhir, capaian program dipaparkan dalam forum evaluasi bersama aparat desa dan DPL untuk memperoleh masukan terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan.

Pengalaman hidup bersama masyarakat juga menjadi bagian penting dari kegiatan KKNT. Mahasiswa terlibat dalam gotong royong dan pemeliharaan fasilitas desa serta berpartisipasi dalam kegiatan adat pembangunan rumah adat di Desa Kolimasang. Interaksi tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal secara langsung kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat.

Keterlibatan dosen IKTL sebagai DPL dalam KKNT GENTASKIN menjadi salah satu bentuk partisipasi IKTL dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat sekaligus memperluas interaksi akademik dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di NTT. Kolaborasi lintas institusi tersebut juga memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk bekerja bersama, beradaptasi dengan kondisi masyarakat, dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi dalam konteks kehidupan nyata.

Melalui pelaksanaan KKNT GENTASKIN di Desa Kolimasang, sinergi antara perguruan tinggi, mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan dapat terus dikembangkan dalam kegiatan pengabdian yang berpijak pada kebutuhan serta potensi lokal.* (editor: HBW)