BeritaPerlombaan

Prodi TI IKTL Sukses Selenggarakan Lomba Desain Grafis dengan Tema “Laut Bukan Tempat Sampah”

Spread the love

Liputan: Karolus Banda Larantukan, S.Fil., M.Hum

IKTL, Larantuka – Larantuka kembali menjadi ruang tumbuh bagi kreativitas sekaligus kepedulian lingkungan. Program Studi Teknik Informatika (Prodi TI), Fakultas Teknologi, Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka (IKTL) sukses menyelenggarakan Lomba Desain Grafis bertema “Laut Bukan Tempat Sampah”. Sebuah kegiatan yang mengajak generasi muda untuk menyuarakan pesan pelestarian lingkungan melalui karya visual yang kreatif dan inspiratif. Kegiatan ini bertempat di Aula Fakultas Teknologi, IKTL pada Jumat (05/06/2026).

Kegiatan yang mempertemukan para pelajar SMA/SMK dari Kecamatan Larantuka, Kecamatan Lewolema, Kecamatan Wulanggitang dan Kecamatan Ile Mandiri ini menjadi wadah edukasi sekaligus kampanye lingkungan yang relevan dengan kondisi wilayah kepulauan seperti Flores Timur. Laut yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat pesisir tidak hanya dipandang sebagai ruang ekonomi dan transportasi, tetapi juga sebagai warisan ekologis yang harus dijaga bersama.

Sebanyak enam sekolah turut ambil bagian dalam kompetisi ini, yakni SMA Negeri 1 Larantuka, SMK Henricus Leven Waibalun, SMKN 1 Wulanggitang, SMKS Bina Karya Larantuka, SMAN 1 Lewolema, dan SMK Sura Dewa. Keikutsertaan para peserta dari berbagai sekolah menunjukkan tingginya antusiasme generasi muda dalam memanfaatkan teknologi dan seni desain sebagai media penyampai pesan sosial.

Peserta kegiatan bersama dewan juri sedang mengikuti acara pembukaan kegiatan lomba.

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Teknologi IKTL, Dr. Dati Nawastuti, M.Sc. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh peserta yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut.

“Lomba desain grafis dengan tema: Laut Bukan Tempat Sampah merupakan bentuk kepedulian kita bersama terhadap kehidupan lingkungan, terutama laut. Melalui kreativitas para siswa, pesan-pesan pelestarian lingkungan dapat disampaikan dengan cara yang menarik dan mudah dipahami masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, tantangan lingkungan dewasa ini membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk generasi muda yang memiliki kemampuan teknologi dan kreativitas tinggi. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian dari pendidikan karakter dan pembangunan kesadaran ekologis.Ketua Panitia, Piterilius Roniatin Lewokeda, S.Kom., M.M menjelaskan bahwa tema yang diangkat dipilih sebagai respons terhadap meningkatnya persoalan sampah, khususnya sampah plastik yang mencemari wilayah pesisir dan laut. Melalui desain grafis, peserta diajak menerjemahkan gagasan dan kepedulian mereka menjadi karya visual yang mampu menggerakkan kesadaran publik.

Proses penilaian dilakukan oleh dewan juri yang berasal dari berbagai latar belakang, sehingga menghasilkan penilaian yang komprehensif. Dewan juri terdiri atas Arif Arifudin dari Koalisi Kopi Flores Timur, Elisabeth Mesa Tolan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Flores Timur, dan Martinus Irwanto Ishak, M.I.Kom, dosen Program Studi Teknik Informatika IKTL.

Para juri menilai karya berdasarkan aspek kreativitas, kesesuaian tema, kekuatan pesan, estetika visual, serta kemampuan desain dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga laut dari pencemaran sampah. Beragam karya yang ditampilkan peserta memperlihatkan sudut pandang yang menarik, mulai dari dampak sampah plastik terhadap ekosistem laut hingga ajakan konkret untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Suasana lomba berlangsung penuh semangat. Para peserta tampak serius mengolah ide, memadukan warna, ilustrasi, dan pesan-pesan persuasif menjadi karya yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga sarat makna. Di balik layar komputer, lahirlah berbagai karya yang menjadi cermin kepedulian generasi muda terhadap masa depan lingkungan.

Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini menjadi bukti bahwa teknologi dapat digunakan untuk tujuan yang mulia. Desain grafis tidak hanya berfungsi sebagai media komunikasi visual, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan advokasi lingkungan. Ketika kreativitas bertemu dengan kepedulian sosial, lahirlah pesan-pesan yang mampu menginspirasi perubahan.

Dosen Fakultas Teknologi bersama para peserta sedang mendengarkan sambutan Dekan FT.

Melalui Lomba Desain Grafis bertema “Laut Bukan Tempat Sampah”, Fakultas Teknologi IKTL melalui Program Studi Teknik Informatika menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan kompetensi digital peserta didik sekaligus menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan. Harapannya, karya-karya yang dihasilkan tidak berhenti sebagai hasil kompetisi semata, tetapi menjadi suara bersama yang mengingatkan masyarakat bahwa laut bukanlah tempat pembuangan sampah, melainkan sumber kehidupan yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang. Karena laut yang bersih adalah masa depan yang lestari, dan perubahan besar selalu dimulai dari kesadaran kecil yang terus dirawat bersama.*(editor: HBW)