BeritaPengabdian kepada Masyarakat

Prodi Pend. Bahasa Inggris Jalankan PKM-M di Desa Watotika Ile, Kecamatan Demon Pagong

Spread the love

Laporan: Fransiska Jone Mare, S.S., M.Hum

IKTL, Larantuka – Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (Prodi Pend. Bing), Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka (IKTL), selama kurang lebih 5 hari menjalankan Program Kreativitas Mahasiswa-Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M) di Desa Watotika Ile, Kecamatan Demon Pagong, Kabupaten Flores Timur. Kegiatan PKM-M tersebut dimulai pada Kamis (28/05/2026) sampai Senin (01/06/2026) dengan jumlah peserta yang terlibat sebanyak 33 peserta dan 2 orang dosen pendamping. PKM-M di Desa Watotika Ile mengusung tema: Come to the Village , Get Closer, Care More, Make an Impac.

Sebelum para dosen dan mahasiswa Prodi Pend. Bing menuju Desa Watotika Ile, terlebih dahulu dilaksanakan seremonial pelepasan peserta secara resmi oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (Dekan FKIP), Irwanius P. Muaraya, S.Pd., MM yang bertempat di Kampus IKTL. Dalam sambutannya, Dekan FKIP mengapresiasi kegiatan kemahasiswaan tersebut dan berharap agar semua peserta PKM-M mampu membawa diri secara baik dan mampu melahirkan kreativitas yang berdampak nyata bagi masyarakat sasaran.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan PKM-M ini karena merupakan salah satu wadah dalam mentransformasikan ilmu yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sasaran. Oleh karena itu, saya mengharapkan agar kegiatan ini dapat berjalan dengan sukses dan para peserta mampu membawa diri secara baik dan bertanggungjawab serta mampu menjaga nama baik lembaga IKTL,” ungkapnya.

Foto bersama Dekan FKIP setelah acara pelepasan di Kampus IKTL

Setelah acara pelepasan, rombongan bergerak menuju desa sasaran. Ada sejumlah program kreativitas yang dijalankan selama masa PKM-M tersebut yakni: Bakti Sosial,  Kolaborasi bersama OMK untuk pembuatan tempat jualan masyarakat, kompetisi story telling, English Fun di SDK Wolo, Expo media pembelajaran Bahasa Inggris dan Malam Teater.

Program Story telling dan expo media pembelajaran Bahasa Inggris, melibatkan 6 SMP yakni: SMP Ratu Damai Waibalun, SMP Mater Inviolata, SMPN 1 Titehena, SMPN 1 Tanjung Bunga, SMP St. Gabriel Larantuka dan SMP St. Yusuf Larantuka. Jumalah peserta yang mengikuti perlombaan 10 orang dan masing-masing sekolah mengutus 2 kandidat.  Juara 1 dari SMP Mater Inviolata, Juara 2 dan 3 dari SMP Ratu Damai Waibalun.  Kegiatan Story Telling dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olaraga (Kadis PKO) Flores Timur, Felix Suban Hoda, S.S., M.Ed. Kadis PKO sangat mengapresiasi kegiatan tersebut dan beliau mengharapkan kegiatan seperti ini terus dilakukan supaya dapat menumbuhkan motivasi belajar Bahasa Inggris pada generasi Flores Timur.

Salah satu moment story telling competition

Program lain yang tidak kalah penting dan berdampak adalah Expo media ajar berupa mading tentang parts of body dan part of speech diinisiasi oleh mahasiswa dari Semester 2. Sementara kegiatan Flash Card dan website learning ditangani oleh Candra dari semester 4 serta Miniature about asking and giving direction, speen and speak ditangani oleh mahasiswa dari semester 6. Kegiatan ini mendapat sambutan antusiasme yang luar biasa dari para peserta yang terlibat didalamnya.

Moment Expo media ajar berupa mading oleh mahasiswa

Program kreativitas mahasiswa ini akhirnya ditutup dengan malam kesenian. Kegiatan malam kesenian diisi dengan sejumlah mata acara yakni: Tarian tradisional dari siswa SD dan SMP Wolo, Story telling, Monolog tentang iklim, Puisi berantai dan juga teater yang berjudul Who am I.

Teater Who am I menggambarkan tentang pencarian jati diri ketika seseorang yang tumbuh polos mengalami tekanan dan goncangan dalam hidup, apakah memilih tetap bertahan atau menyerah. Kehadiran mahasiswa di Desa Watotika Ile pada akhirnya meninggalkan kesan yang sangat baik. Hal ini tergambar dari sambutan Kepala Desa Watotika Ile yang mengharapkan agar Prodi Pend. Bing IKTL menjadikan Desa Watotika Ile sebagai desa binaan.*(Editor: HBW)