BeritaLaporan Kegiatan

Membangun Kampus Aman dan Inklusif, Mahasiswa Baru IKTL Tanamkan Nilai Kebersamaan

Spread the love

IKTL, Larantuka – Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka (IKTL) melanjutkan rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 pada Jumat (21/08/2026). Dalam rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa baru mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang tenang, aman, dan inklusif bagi seluruh mahasiswa.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membantu mahasiswa baru mengenal kehidupan kampus secara lebih dekat, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dalam membangun hubungan sosial yang sehat, saling menghargai, dan menciptakan rasa aman sebagai bagian dari keluarga besar IKTL.

Salah satu materi yang diberikan adalah Literasi Gender yang disampaikan oleh Sr. Yasintha Kleden, CIJ. Dalam pemaparannya, Sr. Yasintha menegaskan bahwa pembahasan mengenai gender pada dasarnya merupakan pembicaraan tentang kemanusiaan, bukan pertentangan antara laki-laki dan perempuan.

“Bicara tentang kemanusiaan. Bukan tentang laki-laki lawan perempuan. Tapi tentang bagaimana kita bisa hidup adil. Kalau ada yang merasa tidak adil atau ada Kekerasan Berbasis Gender (KBG), kita berani bicara dan lapor.” Tandas Sr. Yasintha.

Sr. Yasintha Kleden, CIJ sedang memaparkan materi untuk mahasiswa baru IKTL T.A. 2026/2027

Melalui materi tersebut, mahasiswa diajak memahami bahwa literasi gender tidak sekadar mengenal pengertian gender, tetapi juga membekali mahasiswa dengan kemampuan berpikir kritis untuk memahami peran yang setara dalam kehidupan bermasyarakat. Kesadaran gender diperlukan agar setiap orang memperoleh hak, akses, dan kesempatan tanpa dibatasi oleh stereotip maupun diskriminasi.

Sr. Yasintha juga menjelaskan pentingnya membedakan kesetaraan gender dan keadilan gender. Kesetaraan berarti memberikan hak dan kesempatan yang sama kepada setiap orang, sedangkan keadilan merupakan proses memberikan dukungan sesuai dengan kebutuhan masing-masing agar setiap orang memiliki kesempatan yang setara.

Menurutnya, kesadaran gender penting untuk mencegah berbagai bentuk ketidakadilan, seperti stereotip, marginalisasi, subordinasi, beban ganda, dan kekerasan berbasis gender. Mahasiswa diharapkan memiliki kepekaan untuk mengenali persoalan tersebut serta mampu membangun relasi yang saling menghormati.

Dalam kehidupan sehari-hari, nilai kesetaraan dan keadilan gender dapat diterapkan di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, maupun dunia kerja. Mahasiswa juga diharapkan mampu menggunakan perspektif gender ketika terlibat dalam berbagai kegiatan dan program, sehingga keputusan yang dibuat tidak berat sebelah dan dapat memberikan manfaat bagi semua pihak.

Materi tersebut juga menyoroti pentingnya mencegah bullying, pelecehan, dan kekerasan serta meningkatkan pemahaman mengenai cara melaporkan tindakan kekerasan. Dalam menghadapi persoalan gender di tengah masyarakat, pendekatan yang santun, dialog dengan tokoh agama dan tokoh adat, penggunaan bahasa yang sederhana, serta kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi strategi yang perlu dikembangkan.

Melalui pembekalan ini, PKKMB IKTL 2026 tidak hanya memperkenalkan mahasiswa pada lingkungan kampus, tetapi juga membangun kesadaran bahwa setiap mahasiswa memiliki peran dalam menciptakan suasana akademik yang aman, damai, adil, dan inklusif. Semangat tersebut diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa baru untuk bertumbuh sebagai pribadi yang menghargai sesama, peka terhadap ketidakadilan, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi kampus dan masyarakat.* (editor: HBW)