Melestarikan Budaya Lamaholot Melalui Pembelajaran Berbasis Etnomatematika, Mahasiswa Prodi Matematika Laksanakan PKM-M di Menanga-Solor Timur

Spread the love

Reporter: HMPS Prodi Matematika

IKTL, Larantuka – Pada tanggal 09 s.d 13 Juni 2022, mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka (IKTL) melaksanakan kegiatan Program Kreativitas Mahasuswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M) di Desa Menanga, Kecamatan Solor Timur, Kabupaten Flores Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu dharma Pengabdian kepada Masyarakat.

PKM-M ini bertujuan untuk menjadikan mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika lebih kreatif, konstruktif, inovatif dan berkarakter. Sinergisme akan tercermin melalui kemampuan lulusan dalam kecepatan menemukan solusi atas persoalan yang dihadapinya. Dengan demikian, pemikiran dan perilaku yang ditunjukkan mahasiswa akan bersifat kreatif (unik dan bermanfaat masyarakat sekitar), konstruktif (dapat diwujudkan), inovatif (dapat menawarkan suatu model pembelajaran yang baru), dan berkaraktek (mewujudkan nilai-nilai kemanusian di masyarakat).

Sebelum berangkat menuju tempat PKM-M, mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika mengikuti acara pelepasan yang dihadiri langsung oleh Irwanius P. Muaraya, S.Pd,M.M selaku Ketua Program Studi Pendidikan Matematika bersama Bernadus Bin Frans Resi, M.Pd salah satu dosen Prodi Pendidikan Matematika sekaligus sebagai dosen pendamping kegiatan PKM-M.

Acara pelepasan terjadi pada Kamis (09/6/2022) bertempat di ruangan kuliah Prodi Pendidikan Matematika. Dalam sambutan, Bernadus Resi menyampaikan ucapan terima kasih banyak kepada panitia pelaksana PKM-M yang sudah mempersiapkan diri dengan maksimal untuk menyambut kegiatan ini. Salah satu program utama yang menjadi sasaran mahasiswa yaitu Melestarikan Budaya Lamaholot Melalui Pembelajaran Berbasis Etnomatematika yang mana sasarannya siswa SMP Negeri 1 Solor Timur tepatnya di Dusun Tala leworotok. Bernadus dalam sambutannya juga berpesan agar tidak hanya mengajarkan kelompok sasaran untuk tidak sekedar mengajarkan konsep matematika semata melainkan lebih dari itu yakni mengajarkan mereka berpikir secara matematis yang benar dan tepat dalam belajar matematika.

“Ketika nanti terlihat di lapangan, kalian tidak hanya sekedar mengajarkan konsep matematika, tetapi juga mengajarkan mereka untuk berpikir secara matematis yang benar dan tepat dalam belajar matematika”.

“Matematika kerap menjadi bidang yang dianggap sulit dan membosakan oleh siswa. Padahal, matematika bisa diajarkan dengan mudah kepada siswa melalui penerapan kearifan lokal di masyarakat. Metode yang bisa mengakomodasi hal tersebut adalah etnomatematika”, tutur Bernadus.

Di akhir sambutannya, Bernadus memberikan peneguhan kepada mahasiswa tentang pentingnya matematika dalam kehidupan.

“Tanpa imajinasi, tak ada kesenian. Tanpa matematika, tak ada kehidupan. Oleh karena itu, selamat membumikan matematika dari kampus ke kampung, khususnya di bumi Lamaholot tercinta ini”, tandas Bernadus mengakhiri sambutannya.

Sambutan selanjutnya diberikan kepada Irwan Muaraya selaku Kepro Pendidikan Matematika. Irwanius memberikan sejumlah wejangan terkait mahasiswa perlu menjaga nama baik lembaga dan pentingnya PKM-M.

“Mahasiswa adalah ujung tombak kampus. Mahasiswa adalah jati dirinya kampus. Oleh karena itu, mahasiswa dapat menjaga nama baik lembaga IKTL.”
“Kegiatan PKM ini wajib dijalankan oleh setiap mahasiswa karena kegiatan PKM-M ini termasuk dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kreativitas merupakan suatu ide yang ada di dalam kepala dan dikreativitaskan dalam satu benda atau wujud. Apresiasi dan proficiat untuk panitia pelaksana kegiatan PKM-M, yang sudah dengan begitu semangat menyediakan semuanya. Dalam kegiatan PKM-M ini perlu dbangun kerjasama dan kekompakan antara anggota kelompok sehingga kegiatan PKM-M ini bisa berjalan dengan lancar,” tandas Irwanius mengakhiri sambutannya.

Pada Jumad, 10 Juni 2022 tepatnya pukul 09.00 WITA rombongan mahasiswa pendidikan matematika bersama Dosen Pendamping kegiatan PKM berangkat dari pelabuhan Larantuka ke Solor Timur tepatnya di desa Menanga menggunakan transportasi laut. Setelah berlayar sekitar satu setengah jam lebih, sampailah rombongan mahasiswa pendidikan matematika di pelabuhan Menanga tepatnya pukul 12.45 WITA. Rombongan mahasiswa langsungg bergegas ke Balai Dusun desa Menanga. Kedatangan mahasiswa pendidikan Matematika disambut hangat oleh pemerintah desa setempat dan warga masyarakat dan juga pengurus OMK Menanga dan anggotanya.

Dalam sambutannya, Bapak Bernadus yang selaku Dosen Pendamping menyampaikan tujuan kegiatan PKM-M. Beliau juga mengatakan bahwa Solor juga merupakan bagian dari Flores Timur dan kegiatan semacam ini sudah dilakukan di daratan Larantuka dan Pulau Adonara dan kali adalah giliran Pulau Solor yang menjadi titik kegiatan PKM-M yang dilakukan oleh mahasiswa Pendidikan Matematika Institiut Keguruan dan Teknologi Larantuka.

Setelah itu sambutan dari Pemerintah Desa yang diwakili oleh Sekertaris Desa, Petrus Mama Uran. Dalam sambutannya beliau memberikan gambaran tentang kondisi penduduk Menanga. Di akhir sambutannya, Beliau mengucapkan terima kasih kepada Dosen Pendamping dan Panitia Pelaksana kegiatan PKM-M karena telah memilih Desa Menanga sebagai tempat untuk menumbuhkan empati mahasiswa kepada persoalan yang diadapi masyarakat melalui penerapan iptek kampus.

Jumat, 10 Juni 2022, tepat pukul 15.00 WITA, rombongan mahasiswa berkumpul di Balai Dusun untuk melaksanakan kerja bakti yang telah direnacanakan oleh Panitia PKM. Rombongan mahasiswa dibagi dalam 2 (Dua) kelompok kerja. Kelompok Pertama melakukan pembersihan di Pantai Menanga bersama Organisasi Teras Baca Ile Napo. Kelompok Kedua bergotong royong membantu pembangunan Masjid Al Fatih Menanga. Setelah melakukan semua kegiatan kerja bakti tersebut, rombongan mahasiswa kembali ke penginapan masing-masing. Dan pada malam harinya, tepat pada pukul 18.45 WITA sampai selesai, semua mahasiswa bergerak ke Gereja untuk latihan nyanyi, persiapan ibadah pada hari Minggu.

Mahasiswa bersama masyarakat Desa Menanga bergotong-royong mambangun Mesjid Al Fatih Menanga


Sabtu, 11 Juni 2022, pada pukul 08.00 WITA, mahasiswa pendidikan matematika melakukan senam bersama dengan adik-adik siswa SDK Waikrowe Menanga. Setelah itu dilanjutkan dengan bermain Volly bersama dengan guru-guru SDK Waikrowe Menanga dan anggota OMK Stasi Menanga. Kegiatan ini berjalan dengan lancar sampai selesai.

Sabtu, 11 Juni 2022, tepat pada pukul 13.00, mahasiswa bersama pengurus OMK Menanga melakukan persiapan ruangan untuk kegiatan beda film bersama. Bedah film ini adalah tujuan utama dari PKM-M ini. Pada pukul 15.00 WITA kegiatan bedah film dilaksanakan. Film tersebut berjudul: “AKU AKAN KEMBALI” dipandu oleh Odily sebagai moderator dan Veronika Lapeng sebagai pemateri. Dan yang dihadiri oleh adik-adik SMP di Desa Menanga. Film ini mengisahkan tentang budaya-budaya yang ada di Flores timur yang ternyata masih berkaitan dengan matematika. Pada film tersebut terdapat tiga budaya yang ditampilkan diantaranya kuburan raja (Larantuka), peralatan tradisional yang terbuat dari tempurung kelapa (Adonara) dan sarung atau kewatek (Solor). Setelah pemutaran film, pemateri menjelaskan sedikit tentang kaitan matematika dengan budaya, dan jugu menjelaskan tentang konsep-konsep dasar matematika yang masih berkaitan dengan budaya dan kehidupan sehari-hari.

Acara Bedah Film yang berjudul: “AKU AKAN KEMBALI”
Peserta dalam acara bedah film


Pada hari Minggu, 12 Juni 2022 tepatnya pukul 07. 00 WITA, mahasiswa mengikuti ibadat di Gereja Stasi Menanga, kebetulan merupakan tanggungan kami bersama dengan omk Stasi menanga. Setelah selesai mengikuti ibadat di Gereja, kami diberikan kesempatan untuk memperkenalkan sedikit tentang kampus IKTL kepada masyarakat.

Pada pukul 13.00 WITA, kami berkumpul di salah satu rumah masyarakat untuk meyiapkan segala sesuatu untuk pelepasan sekaligus perpisahan dengan masyarakat. Pada pukul 19.00 WITA, acara perpisahan di mulai yang dihadiri oleh Kepala Desa Menanga, Sekertaris Desa, Dewan Stasi dan juga Ketua OMK beserta rombongannya. Acara ini diisi dengan sambutan-sambutan. Sambutan pertama oleh Bapak Dewan Stasi. Dalam sambutannya beliau mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa IKTL dan titip salam ucapan terima kasih kepada dosen pendamping karena sudah membantu masyarakat dalam kegiatan kerja bakti bersama dan juga memberikan pembelajaran tentang budaya dalam matematika.

Sambutan kedua oleh Odilya sebagai Ketua HMPS sekaligus perwakilan dari mahasiswa. Dalam sambutanya Odylia mengucapkan terima kasih kepada semua masyarakat Desa Menanga karena sudah mau menerima mahasiswa untuk melakukan kegiatan PKM-M di Desa Menanga. Sambutan ketiga oleh Bapak Kepala Desa Menanga sekaligus melepas-pergikan mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika. Dalam sambutannya beliau mengucapkan banyak terima kasih karena sudah memilih Desa Menanga sebagai tempat kegiatan PKM-M. Beliau juga mengatakan harapannya agar kegiatan ini tetap terus dilaksanakan. Ada beliau juga mengatakan “Sekolah bukan tempat belajar, tapi tempat hidup, dan hidup harus diperjuangkan “ maka dari itu kita perlu untuk perjuangkannya. Setelah itu penyerahan piagam penghargaan yang pertama kepada bapak kepala desa menanga oleh ketua panitia PKM mahasiswa program studi pendidikan matematika, yang kedua kepada teras baca ile Napa oleh sekertaris panitia PKM mahasiswa program studi pendidikan matematika, yang ketiga kepada dewan Stasi desa menanga oleh wakil ketua HMPS dan yang terakhir kepada OMK desa menanga oleh ketua HMPS. Setelah itu ada beberapa acara hiburan yang dibawakan oleh mahasiswa Program studi pendidikan matematika diantaranya adalah musikalisasi puisi, puisi berantai, Dolo, dan stand up comedy. Setelah itu kami makan bersama, lalu saling membagi cerita dan pengalaman dan saling berjabatangan sekaligus mengucapkan salam perpisahan.***

Foto bersama setelah kerja bakti bersama warga Menanga