Luar Biasa! Prodi Pendidikan Bahasa Inggris IKTL Melaksanakan PkM di Desa Oyang Barang

Spread the love

IKTL, Larantuka – Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (Prodi Bahasa Inggris) Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka (IKTL), pada hari Minggu (24/4/2021) melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Oyang Barang-Kecamatan Wotan Ulumado-Kabupaten Flores Timur. Program PkM tersebut melibatkan seluruh dosen dan mahasiswa Semester IV Prodi Bahasa Inggris. Para dosen yang terlibat langsung dalam program PkM tersebut di antaranya: Irene Evi Krismawati, M. Pd; Fransiska Jone Mare, S.S., M. Hum; Ummi Qalsum Arif, M. Pd; Germana Oreng Ritan, S.S., M. Pd; dan Bartoldus Sora Leba, S.S., M. Hum.
Program PkM tersebut mengusung tema: Pemanfaatan English Language Games and Song sebagai Upaya Trauma Healing pada Korban Bencana Banjir di Desa Oyang Barang. Target yang dicapai dalam kegiatan tersebut adalah korban bencana dapat mengikuti aktivitas Trauma Healing yang disiapkan tim; dan korban bencana memiliki semangat baru untuk beraktivitas seperti sediakala pasca bencana banjir. Tentunya PkM ini menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap kemanusiaan pasca banjir bandang , khususnya pemulihan terhadap trauma yang dialami oleh anak-anak di Desa Oyang Barang yang berusia 6-14 tahun.

Perlu diketahui bahwa sebelumnya terjadi bencana banjir yang melanda sebagian wilayah yang ada di Pulau Adonara yang menimbulkan korban jiwa dan material. Ada banyak orang yang kehilangan keluarga dan juga kehilangan harta benda. Korban jiwa yang paling banyak dialami oleh masyarakat Desa Nelelamadiken-Kecamatan Ile Boleng dan Desa Waiburak-Kecamatan Adonara Timur. Ini adalah bencana terparah yang pernah melanda masyarakat di Pulau Adonara.

Prodi Bahasa Inggris telah mengambil inisiatif yang luar biasa untuk mengembalikan trauma yang dialami oleh anak-anak yang terkena dampak bencana tersebut. Ada sejumlah kegiatan yang dilaksanakan oleh Tim PkM di Desa Oyang Barang tersebut, yakni Perminan yang terdiri dari Guessing Game, ABC Game, Shopping Game; dan Gerakan dan Lagu yang terdiri dari If you’re happy, Move, dan Hoedown Throwdown by Miley Cyrus.
Semua peserta yang mengikuti kegiatan tersebut tampak bahagia dan penuh kegembiraan. Tampak wajah-wajah yang selama ini selalu dihantui kecemasan dan ketakutan akibat bencana yang mendera, bisa tertawa bahagia. Ketua Pelaksana PkM, Irene Evi Krismawati, M.Pd saat dihubungi mengutarakan bahwa kegiatan ini selain sebagai sebuah wadah untuk menginternalisasikan ilmu tetapi yang lebih penting adalah mengembalikan rasa nyaman dan kedamaian hati bagi anak-anak korban banjir tersebut.

“Program PkM ini dijalankan selain sebagai bentuk pengabdian untuk mengaplikasikan ilmu yang kami miliki, tetapi penekanan utama kami dalam kegiatan ini adalah mengembalikan rasa nyaman dan kedamaian hati dalam diri anak-anak yang menjadi sasaran utama pengabdian ini. Kami berharap, semoga kegiatan ini bisa memberikan manfaat bagi anak-anak agar mereka secara perlahan mampu beraktivitas seperti sediakala”, ujar ibu Evi dengan penuh antusias.

Lebih lanjut Ibu Evi mengutarakan bahwa masing-masing anggota tim sudah diberikan tanggung jawab sesuai dengan keahlian masing-masing. Tentunya hal ini memudahkan pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Setiap anggota tim telah diberikan kepercayaan untuk terlibat secara aktif dalam kegiatan ini sesuai dengan keahliannya masing-masing. Ibu Ummi Qalsum Arif, Ibu Germana Oreng Ritan, dan Pak Bartoldus Sora Leba bertanggungjawab pada bagian aktivitas dan gerak lagu. Sementara itu, saya dan Ibu Fransiska Jone Mare bertanggungjawab pada aktivitas permainan. Baik aktivitas gerak dan permainan dibantu dan diperlancar oleh mahasiswa yang terlibat dalam tim tersebut”, ungkap Ibu Evi.

Kegiatan PkM tersebut ditutup pada pukul 13.00 wita dan semua peserta yang terlibat dalam kegiatan tersebut merasa puas atas semua proses yang telah dijalankan. (Admin_HBW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.