Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) Teknologi Hasil Perikanan (Dari Pelatihan Hingga Perizinan: Perjalanan Stik Rumput Laut dan Nuget Cakalang HIMATRIK THP – IKTL)
Laporan: Karolus Banda Larantukan
IKTL, Larantuka – Di atas meja laboratorium itu, dua produk tampak sederhana: semangkuk stik rumput laut yang keemasan dan sepiring naget ikan cakalang yang masih mengepul. Namun di balik kerenyahan dan keempukannya, ada perjalanan panjang yang baru saja mencapai titik pentingnya.
Rabu, 16 September 2026, Laboratorium Teknologi Hasil Perikanan (THP) Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka (IKTL) kedatangan tamu dari Dinas Kesehatan Kabupaten Flores Timur. Kedatangan mereka bukan sekadar kunjungan, melainkan tahap ketiga dan paling krusial dari rangkaian kerjasama antara LSM Pondok Pergerakan dan Prodi Teknologi Hasil Perikanan (THP) IKTL.
Sebuah perjalanan untuk mengubah hasil laut Flores Timur yang melimpah, menjadi produk pangan yang aman, berizin, dan berdaya saing. Perjalanan itu melewati tiga anak tangga. Anak Tangga Pertama: Pelatihan Pengolahan Hasil Perikanan.
Semuanya berawal dari program LSM Pondok Pergerakan. Di Adonara dan pesisir Larantuka, rumput laut dijual kiloan dengan harga murah. Ikan cakalang, ketika musim panen melimpah, harganya jatuh.
“Kami melihat potensi, tapi masyarakat belum punya teknologi olah. Maka kami gandeng Prodi THP IKTL sebagai dapur ilmunya,” ujar Koordinator LSM Pondok Pergerakan.
Di Laboratorium THP, dosen membimbing mahasiswa sebagai wirausaha muda Flores Timur dalam pengolahan sumber daya perikanan. Generasi muda yang adalah mahasiswa THP itu diajarkan cara membuat Naget Ikan Cakalang yang teksturnya lembut, tidak amis, dan kaya protein, serta Stik Rumput Laut yang renyah, tidak berminyak, dan tahan lama.

Bukan sekadar resep, tapi teknik: bagaimana memilih ikan segar, bagaimana membersihkan rumput laut, bagaimana menggunakan alat spinner peniris minyak, hingga teknik pengemasan vakum.
“Kami ingin produk lokal rasa bintang lima, tapi prosesnya tetap bisa dilakukan di dapur rumah tangga,” jelas Kepala Lab. THP IKTL, Hermina Peransa Betan, S.Pi.
Anak Tangga Kedua: Pelatihan Keamanan Pangan. Rasa enak saja tidak cukup. Produk pangan harus aman.
Maka rangkaian kedua adalah Pelatihan Keamanan Pangan. Di tahap ini, Prodi THP bersama LSM Pondok Pergerakan memberikan materi yang sering dilupakan pelaku usaha rumahan: higiene sanitasi.
Para peserta diajarkan cara mencuci tangan yang benar, penggunaan celemek, masker dan penutup kepala, cara sanitasi alat, cara mengelola limbah, cara menyimpan bahan baku agar tidak terkontaminasi, hingga cara membedakan bahan tambahan pangan yang aman dan berbahaya.
“Keamanan pangan itu adalah nyawa. Satu produk yang tidak aman bisa merusak kepercayaan konsumen selamanya,” tegas Dosen pemateri dari Prodi THP, Marianus Ada Lein, M., Si.
Anak Tangga Ketiga: Kunjungan Dinas Kesehatan untuk Proses Perizinan PIRT.
Dan hari ini adalah puncaknya. Tahap ketiga. Tim Dinas Kesehatan Flotim hadir langsung ke Laboratorium Teknologi Hasil Perikanan IKTL untuk melakukan pemeriksaan awal dalam rangka proses perizinan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).
Mereka memeriksa satu per satu: alur produksi dari bahan mentah ke produk jadi tidak boleh bertabrakan, sumber air harus bersih, tempat sampah tertutup, label kemasan harus lengkap memuat nama produk, komposisi, berat bersih, alamat produsen, tanggal kedaluwarsa, dan kode produksi.

Produk Naget Ikan Cakalang dan Stik Rumput Laut produksi Prodi THP IKTL dengan nama brand HIMATRIK menjadi sampel produk menuju PIRT.
“Lab THP IKTL ini sudah sangat representatif sebagai model rumah produksi PIRT. Alurnya sudah benar. Tinggal sedikit perbaikan minor. Produk ini sudah sangat layak untuk mendapatkan nomor PIRT,” kata perwakilan Dinkes Flotim usai pemeriksaan.

Bagi Prodi THP, kunjungan ini adalah validasi. Bahwa laboratorium kampus tidak hanya untuk praktikum mahasiswa, tapi bisa menjadi inkubator PIRT bagi generasi wirausahawan muda Flores Timur. Bagi LSM Pondok Pergerakan, ini adalah kepastian. Bahwa pendampingan mereka tidak berhenti di pelatihan, tapi dikawal sampai izin terbit.
Dan bagi Flores Timur, ini adalah harapan. Bahwa suatu saat nanti, di rak-rak toko oleh-oleh dan supermarket, akan terpajang dengan bangga: Dari dapur laboratorium Teknologi Hasil Perikanan IKTL Flores Timur, untuk meja makan keluarga Indonesia.* (editor: HBW)

