Fit Match and Sport: Kolaborasi Mahasiswa Pendidikan Matematika dan PJKR IKTL dalam Mengembangkan Edupreneurship
Laporan: Maria Fatima B. Beribe, M.Pd
IKTL, Larantuka – Mahasiswa Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka (IKTL) dari Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) mengimplementasikan Mata Kuliah Kewirausahaan melalui program kolaboratif bertajuk Fit Match and Sport. Program ini menjadi wujud nyata pengembangan edupreneurship melalui layanan bimbingan belajar berbasis pendidikan dan olahraga. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (05/06/2026) untuk Prodi Pendidikan Matematika dan Sabtu dan Minggu (13-14/06/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pembelajaran berbasis praktik yang tidak hanya berfokus pada penguasaan materi akademik, tetapi juga pada pengembangan jiwa kewirausahaan, kreativitas, serta kemampuan mahasiswa dalam merancang dan mengelola layanan pendidikan di masyarakat.
Pada bidang akademik, mahasiswa Pendidikan Matematika menyelenggarakan bimbingan belajar dengan tema “Fit Match: Pecahan dengan Strategi Jenjang SD dan SMP”. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang B4 Kampus IKTL dan diikuti oleh siswa tingkat SD dan SMP. Materi yang difokuskan adalah konsep pecahan, yang selama ini dikenal sebagai salah satu materi yang cukup menantang bagi siswa. Melalui metode pembelajaran interaktif seperti diskusi, tanya jawab, latihan soal, dan pendampingan langsung, mahasiswa berupaya menciptakan suasana belajar yang lebih mudah dipahami dan menyenangkan.

Salah seorang mahasiswa pelaksana, Rosalia Puka, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana untuk mengasah kemampuan mengajar sekaligus melihat peluang usaha di bidang pendidikan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kewirausahaan dapat dikembangkan melalui bidang pendidikan. Bimbingan belajar ini menjadi wadah untuk mengasah kemampuan mengajar sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi siswa,” ungkapnya.
Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap materi pecahan, meskipun beberapa siswa masih memerlukan pendampingan lebih lanjut pada operasi perkalian dan pembagian pecahan.

Sementara itu, mahasiswa PJKR IKTL melaksanakan bimbingan belajar olahraga melalui program Fit Sport yang berfokus pada pengenalan dan pelatihan teknik dasar sepak bola dan bola voli. Kegiatan ini dilaksanakan di Lapangan Bola Voli IKTL dan diikuti oleh siswa sekolah dasar.

Materi sepak bola meliputi teknik dasar menendang bola, mengontrol bola, dan kerja sama tim. Sedangkan pada bola voli, peserta dilatih teknik dasar seperti passing bawah, passing atas, servis, dan smash. Kegiatan berlangsung secara aktif dan interaktif, di mana siswa diberikan kesempatan untuk langsung mempraktikkan setiap teknik yang diajarkan. Pendekatan ini membuat peserta lebih mudah memahami materi sekaligus meningkatkan antusiasme dalam berolahraga.

Dosen pengampu Mata Kuliah Kewirausahaan, Maria Fatima B. Beribe, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan mahasiswa, tetapi juga pembentukan jiwa entrepreneur di bidang pendidikan.
“Mahasiswa belajar merancang program, bekerja sama dalam tim, mengelola kegiatan, serta menghadapi tantangan di lapangan. Ini menjadi pengalaman penting dalam membangun kompetensi profesional dan jiwa kewirausahaan,” jelasnya.
Program Fit Match and Sport menunjukkan bahwa kewirausahaan di bidang pendidikan dapat dikembangkan melalui inovasi layanan bimbingan belajar. Selain memberikan manfaat bagi peserta didik, kegiatan ini juga menjadi wadah pembelajaran langsung bagi mahasiswa dalam memahami proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi sebuah program edukatif.
Meskipun terdapat sejumlah tantangan seperti perbedaan tingkat kemampuan peserta, keterbatasan waktu, dan kondisi teknis di lapangan, hal tersebut tidak mengurangi semangat mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan.
Melalui program ini, IKTL berharap mahasiswa dapat terus mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis masyarakat yang tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga membuka peluang usaha di bidang edukasi.
Dengan semangat kolaborasi, kreativitas, dan inovasi, Fit Match and Sport menjadi bukti nyata bahwa pendidikan dan kewirausahaan dapat berjalan beriringan dalam mencetak generasi yang aktif, kreatif, dan berdaya saing.*(editor: HBW)
