BeritaLaporan Kegiatan

Perkuat Kolaborasi Global, 60 Akademisi dan Tendik Wilayah XV Ikuti Bimtek Saintek di Kupang

Spread the love

Laporan: Bernadus Bin Frans Resi

IKTL, Larantuka – Dalam upaya mendorong perguruan tinggi di wilayah timur Indonesia agar mampu bersaing di kancah global, Direktorat Bina Talenta bersama Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi, Universitas Nusa Cendana (Undana), serta Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XV menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) berskala masif. Kegiatan bertajuk “Peningkatan Kapasitas dan Kapabilitas Penguatan Kolaborasi Global Bidang Sains dan Teknologi” ini diselenggarakan di Hotel Sotis, Kupang, selama lima hari berturut-turut pada 13-17 Juli 2026.

Bimtek ini terbilang eksklusif sekaligus strategis. Berdasarkan data penyelenggara, peserta yang hadir merupakan hasil seleksi ketat yang terdiri dari 30 dosen dan 30 tenaga kependidikan (tendik). Keseluruhan peserta tersebut mewakili 31 Perguruan Tinggi (PT), baik Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di bawah naungan LLDIKTI Wilayah XV. Salah satu institusi yang turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini adalah Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka (IKTL), yang diwakili oleh salah satu staf dosen, Bernadus Bin Frans Resi.

Berdasarkan agenda kegiatan, pelatihan intensif ini dikelompokkan ke dalam dua jalur paralel, yakni kelas dosen dan kelas tendik. Pembagian ini bertujuan agar materi yang disampaikan dapat lebih relevan dan spesifik dengan peran masing-masing dalam tata kelola kerja sama internasional.

Selama pelatihan, peserta dibekali dengan berbagai keterampilan krusial yang bersifat fundamental hingga praktikal. Mulai dari membedah teknik komunikasi lintas budaya, merancang profil kampus dalam dua bahasa yang memikat, hingga menguasai seni negosiasi tingkat lanjut.

Demi memastikan kualitas keluaran, panitia menghadirkan sederet pakar dan praktisi dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Beberapa narasumber ahli yang turun langsung membimbing peserta di antaranya adalah Prof. Dr. Rifelly Dewi Astuti dan Dr. Lily Sudhartio dari Universitas Indonesia, Dr. I Made Wiryana dari Universitas Gunadarma, serta Prof. Dr. Puji Astuti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang secara khusus mengupas tata kelola kerja sama saintek internasional. Selain itu, hadir pula Prof. Edwan Kardena, Ph.D. dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang membagikan praktik terbaik (best practice) instansi mereka dalam menjalin kemitraan global.

Tidak sekadar mendengarkan paparan teori, pelatihan ini mengusung metode partisipatif. Para peserta, termasuk perwakilan IKTL, Bernadus Bin Frans Resi, secara proaktif didorong untuk melakukan inisiasi kerja sama serta menyusun dokumen legal dan proposal (rencana aksi) kolaborasi. Menariknya, panitia juga memfasilitasi sesi berbagi (sharing session) langsung dengan mitra perguruan tinggi luar negeri, yang memberikan kesempatan bagi delegasi dari NTT untuk mengevaluasi sekaligus mempraktikkan ilmu negosiasi yang didapat.

Melalui sinergi lintas institusi ini, diharapkan perguruan tinggi lokal di Wilayah XV, termasuk IKTL, dapat mengakselerasi pembentukan profil perguruan tinggi bertaraf internasional (dalam dua bahasa) yang siap ditawarkan kepada mitra luar negeri. Program ini diyakini menjadi langkah awal yang konkret bagi terbangunnya ekosistem riset, sains, dan teknologi yang kolaboratif antara Indonesia bagian timur dengan dunia internasionl.*(editor: HBW)