BeritaNews

IKTL Selenggarakan PKKMB Demi Terwujudnya Mahasiswa Baru yang Berkualitas

Spread the love

“Kami yakin bahwa kehadiran kalian semua adalah pilihan terbaik dan berkat kesungguhan dan ketetapan hati dalam menentukan pilihan. Pilihan yang tepat untuk bergabung dan menjadi bagian dari sivitas akademika IKTL”, tandas Kristo Aran.

IKTL, Larantuka – Sebanyak 166 mahasiswa baru Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka (IKTL) pada hari Jumat (19/8/2022) mengikuti rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang bertempat di Aula STP Reinha Larantuka. PKKMB tersebut diketuai oleh Leonardus R. Nama Maran, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Tema utama yang diusung dalam PKKMB tersebut adalah: “Genggam Integritas Demi Terwujudnya Mahasiswa IKTL yang Berkualitas”. Tujuan akhir dari kegiatan tersebut adalah 1) menyiapkan mahasiswa baru melewati proses transisi menjadi mahasiswa yang dewasa dan mandiri; 2) mempercepat proses adaptasi mahasiswa dengan lingkungan yang baru; dan 3) memberikan bekal untuk keberhasilannya menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Bernadus Bin Frans Resi selaku Wakil Rektor III sekaligus sebagai Penanggungjawab PKKMB tersebut, ketika dihubungi mengungkapkan pentingnya kegiatan ini karena tujuan akhirnya adalah mewujudkan mahasiswa IKTL yang berkualitas dari pelbagai aspek.

“Kegiatan ini dapat dijadikan titik tolak pembinaan idealisme, penguatan rasa cinta tanah air, dan kepedulian terhadap lingkungan, juga dalam rangka menciptakan generasi yang berkarakter, religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan berintegritas”, ungkap Bernadus.

“Melalui PKKMB, mahasiswa baru diberikan bekal agar mampu berproses dalam melaksanakan tridharma perguruan tinggi, sehingga kelak menjadi lulusan yang memiliki kedalaman ilmu, keluhuran akhlak, cinta tanah air, dan berdaya saing global. Kegiatan PKKMB tahun 2022 ini dilaksanakan berdasarkan asas keterbukaan, demokratis, dan humanis”, lanjut Bernadus.

Kegiatan PKKMB dibuka secara resmi oleh Rektor IKTL, Kristoforus Ado Aran, M. Pd. Dalam sambutannya, Rektor IKTL mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung bagi mahasiswa baru dan menjadi bagian dari sivitas akademika IKTL. Kristo Aran – begitu sapaan akrabnya – juga dalam sambutannya menandaskan agar PKKMB ini bukan menjadi ajang untuk melakukan tindakan-tindakan yang tidak mencerminkan budaya akademik.

“Kami yakin bahwa kehadiran kalian semua adalah pilihan terbaik dan berkat kesungguhan dan ketetapan hati dalam menentukan pilihan. Pilihan yang tepat untuk bergabung dan menjadi bagian dari sivitas akademika IKTL”, tandas Kristo Aran.

“Dalam kegiatan PKKMB ini tidak boleh ada perpeloncoan, kekerasan, pemaksaan kehendak termasuk tidak boleh ada kekerasan verbal yang dapat menyebabkan seseorang/mahasiswa baru menjadi shock atau trauma”, lanjut Rektor IKTL.


Kegiatan PKKMB hari pertama ini diisi dengan pemaparan materi yang dibawakan oleh Rektor IKTL,  Danramil 1624-01/Larantuka, Kapten Inf Paulus Ibi Weking dan Hironimus Bao Wolo, S.Fil., M.Hum.
Rektor IKTL membawakan materi tentang Tridharma Perguruan Tinggi. Dalam pemaparan materinya, Kristo Aran menandaskan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar, melainkan harus melaksanakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat baik secara individu maupun kelompok atau bisa berkolaborasi dengan dosen.

Sementara itu, materi selanjutnya tentang wawasan kebangsaan dan implementasi nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari empat konsensus dasar bangsa yang disampaikan langsung oleh Danramil 1624-01/Larantuka. Ibi Weking dalam pemaparan materinya menekankan pentingnya nilai-nilai kebangsaan yang harus dimiliki dan diimplementasikan oleh setiap warga negara Indonesia.

“Nilai-nilai kebangsaan pada hakekatnya merupakan nilai yang disepakati dan dipandang baik yang melekat pada diri setiap WNI. Semua norma dan etika kebaikan yang terkandung dalam nilai kebangsaan menjadi ciri kepribadian bangsa Indonesia dan hal tersebut bersumber dari nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Nilai-nilai tersebut menjadi keharusan bagi setiap warga negara untuk dihayati dalam keseharian hidup”, tegas Ibi Weking.

Pemaparan materi terakhir disampaikan oleh Hironimus Bao Wolo dengan materi tentang pentingnya pendidikan karakter menuju mahasiswa yang bermoral dan berintelek. Hironimus dalam materinya, mengajak semua peserta PKKMB untuk merefleksikan kembali peran serta lembaga pendidikan dalam membentuk pesera didiknya. Apakah sudah mampu membentuk peserta didiknya secara utuh, bermoral dan berkarakter? Hironimus menandaskan fakta dunia dewasa ini bahwa sebagian besar kaum akademisi atau lulusan, khususnya lulusan dari perguruan tinggi terjebak bahkan menjadi pelaku tindakan-tindakan kejahatan, misalnya korupsi, kolusi dan nepotiseme atau jenis kejahatan lainnya. Hal ini tentunya menjadi kontradiksi dengan tujuan akhir dari pendidikan itu sendiri. Oleh sebab itu, pendidikan karakter untuk menghasilkan peserta didik yang bermoral dan berintelektual perlu digalakan lebih masif lagi.

“Fungsi pendidikan di Indonesia secara utuh telah digariskan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas), khususnya Pasal 3 yakni mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Jika dicermati secara saksama, maka ada aspek pengetahuan dan aspek moralitas yang ditekankan dalam Pasal 3 UU Sisdiknas tersebut. Mengembangkan kemampuan dan membentuk watak merupakan cerminan dari aspek pengetahuan dan aspek moralitas. Lembaga pendidikan harus menghidupkan dua aspek ini secara seimbang agar lulusan yang dihasilkan bisa bertumbuh dan berkembang secara baik”, ungkap Hironimus.

“Beberapa kasus tindakan tidak terpuji yang dilakukan oleh sebagian besar orang berpendidikan, yang mana tak sedikit melakukan tindakan kejahatan seperti korupsi, kolusi, dan nepotisme serta jenis kejahatan lainnya. Tentunya pada titik ini, dapat disimpulkan bahwa ada yang salah dalam dunia pendidikan, karena kasus kejahatan besar dilakukan oleh orang-orang yang berpendidikan. Oleh sebab itu, lembaga pendidikan harus merefleksikan diri dan bertanya tentang sejauh mana menanamkan nilai-nilai moral dalam diri peserta didiknya”, tandas Hironimus mengakhiri materinya.

Kegiatan PKKMB selanjutnya diisi dengan permainan-permainan menarik dan pengutan-penguatan oleh panitia pelaksana untuk lanjutan PKKMB besok, Sabtu (20/8/2022).*** (HBW)

Acara Pembukaan PKKBM IKTL di Aula STP Reinha Larantuka

Penyerahan Piagam Penghargaan kepada Danramil 1624-01/Larantuka. Ibi Weking oleh Wakil Rektor III, Bernadus Bin Frans Resi, M.Pd