Pengenalan Aplikasi Geogebra oleh Prodi Pendidikan Matematika di SMPN 2 Larantuka
Laporan: Roberta Uron Hurit, S.Si., M.Pd
IKTL, Larantuka – GeoGebra adalah software matematika yang merupakan perpaduan antara geometri, aljabar dan kalkulus. GeoGebra merupakan aplikasi komputer yang digunakan untuk membantu dalam bidang matematika. Berbicara tentang matematika tidak terlepas dari aplikasi numerik dalam menjalankan komputasi matematika. Geogebra merupakan salah satu perangkat lunak dalam menjalankan pemograman untuk menghasilkan media geometri dan garis lurus.
Belajar menggunakan aplikasi dapat memudakan peserta didik dalam mengerjakan soal-soal matematika yang cukup rumit. Geogebra dapat memudakan siswa dalam berimajinasi tentang goemetri yang berkaitan dengan masalah-masalah kontektual. Media Aplikasi Geogebra adalah Komputer/Laptop dan Hp Android.
Pengenalan aplikasi tersebut dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika dalam bentuk Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kegiatan PkM kali ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Larantuka. PkM tersebut dilaksanakan pada hari Jumat (14/11/2025). Kegiatan ini dimulai pada pukul 08.30-11.00 Wita. Ketika tiba di lokasi kegiatan, para mahasiswa dan dosen diterima dengan baik oleh Kepala Sekolah, Agustinus Arkian Hadjon, S. Pd. Kedatangan mahasiswa dan dosen disambut antusias oleh guru-guru dan kepala sekolah. Beliau dalam sambutannya sangat senang karena mendapat kunjungan dari IKTL.
“Kami senang sekali karena kampus IKTL bisa datang ke sini. Jangan sungkan-sungkan kalau membuat kegiatan di sini lagi, SMPN 2 Siap menampung. Pembelajaran sekarang ini berbasis digital, jadi tentunya kami sangat senang jika bapak/ibu dosen bersama mahasiswa mengajar di sini . Anak-anak disini butuh kegiatan seperti ini, sehingga mereka tidak jenuh dengan pembelajaran yang monoton.” Ungkap Kepala Sekolah.
PkM ini dilaksanakan pada kelas 8B, dengan dihadiri oleh 34 siswa; 9 Mahasiswa Semester I, 2 mahasiswa semester V ; 2 dosen pendamping yakni Roberta Uron Hurit, S. Si., M. Pd dan Lusia Bince Kumanireng, M. Pd.; serta 1 guru Matematika yakni Magdalena Bao Hurit, S. Pd.
Materi yang dibawakan pada PkM ini adalah Bangun Ruang dan Sistem Pertidaksamaan Linear Dua Variabel. Siswa dibagi dalam 11 kelompok dan tiap-tiap kelompok didampingi ole 1 mahasiswa. Kegiatan proses pembelajaran ini dibagi dalam 2 tahap. Tahap pertama penjelasan secara manual dan kedua menggunakan aplikasi Geogebra. Bangun ruang yang dijelaskan antara lain: Balok, Kubus, Limas, Bola, Prisma, Tabung dan Kerucut.
Untuk materi pengenalan awal, dijelaskan konsep bangun datar serta bangun-bangun apa saja yang membentuk bangun ruang. Materi pengantar tentang fitur-fitur dalam Geogebra dibawakan oleh Roberta Uron Hurit. S. Si., M. Pd, serta dilanjutkan dengan penjelasan singkat oleh mahasiswa Dominikus Talu Koten yakni memberikan contoh soal untuk dikerjakan secara manual dan aplikasi. Kegiatan ini langsung dipandu oleh Roberta Uron Hurit. Langkah berikutnya mahasiswa diarahkan untuk mendampingi siswa mendownload Aplikasi Geogebra di Hp siswa. Setelah aplikasi terinstal selanjutnya mahasiswa mendampingi siswa membuat bangun Ruang menggunakan hp dan Laptop. Model pembelajaran yang diterapkan yaitu Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL).

Siswa/i SMP Negeri 2 larantuka sangat antusias dalam kegiatan ini. Hal ini terbukti dari 3 jam kegiatan tak ada satupun siswa yang berkeliaran. Siswa begitu teliti dan bertanya tentang bangun ruang yang akan dibuat . Mereka sangat antusias dan bersemangat dalam menggunakan hp untuk membentuk bangun-bangun ruang yang dihasilkan. Para siswa memiliki rasa ingin tahu yang tinggi untuk belajar. Para mahasiswa yang merupakan calon guru masa depan juga sangat berantusias memberikan materi dan pengetahuan yang mereka dapatkan di IKTL.

Berdasarkan proses pembelajaran ini dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran matematika bukan mata pelajaran yang membosankan dan menakutkan. Setiap guru memiliki strategi untuk merangsang proses berpikir siswa. Salah satu strategi dalam proses pembelajaran matematika adalah dengan menerapkan media pembelajaran berbasis aplikasi.

Di akhir kegiatan, Roberta Uron Hurit, S. Si. M. Pd., mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah atas penerimaan dan terlaksananya PkM ini. Roberta juga berharap semoga kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan kembali pada kesempatan berikutnya. Selanjutnya, ia menandaskan bahwa belajar matematika itu menyenangkan dan akan lebih menyenangkan lagi jika memanfaatkan teknologi. Namun lebih lanjut Roberta menekankan bahwa keberadaan teknologi hanya mempermudah kerja tapi tidak bisa menggantikan peran seorang guru.
“Belajar matematika itu menyenangkan apalagi berbatuan Aplikasi/Teknologi namun teman-teman harus ingat bahwa teknologi tidak bisa menggantikan peran guru. Teknologi hanya sebuah media dalam pembelajaran,” Tandas Roberta.
Rasa bahagia atas pelaksanaan PkM ini diungkapkan oleh salah seorang Guru Matematika, Magdalena Bao Hurit, S. Pd.
“Sy melihat anak-anak semangat sekali, mereka senang sekali pake hp dalam belajar matematika. Semua bangun ruang mereka sudah bisa semua. Semoga kegiatan ini terus berjalan,” ungkap Magdalena.

Rasa bahagia juga diucapkan salah satu siswa yang bernama Bintang atas kegiatan yang diikutinya.
“Saya senang sekali, ternyata belajar menggunakan aplikasi lebih muda dari pada pake analitik.” Kata Bintang sambil tersenyum bangga.* (Editor: HBW)

