BeritaSeminar

Prodi PJKR IKTL Memaknai Hardiknas dengan Kegiatan Ilmiah

Spread the love

IKTL, Larantuka – Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR), Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka (IKTL) pada Sabtu (02/05/2026) menggelar sebuah kegiatan ilmiah bertajuk “Seminar Pendidikan Olahraga” yang bertempat di Aula Kampus II IKTL yang berlokasi di Desa Tiwatobi-Watowiti. Kegiatan ini secara khusus diprakarsai oleh mahasiswa PJKR Semester VI bersama Dosen Pengampu Mata Kuliah Seminar PJKR, Antonius Harun Ruron, M.Pd. Seminar tersebut secara umum mengusung tema: “Revitalisasi Olahraga Tradisional di Era Kecerdasan Buatan: Strategi Penelitian dan Penulisan Karya Ilmiah Bagi Mahasiswa PJKR”.

Seminar tersebut didesain sebagai salah satu bentuk pemaknaan terhadap Hari Pendidikan Nasional. Oleh karena itu, penekanan lebih lanjut dari seminar tersebut adalah memperkuat literasi dalam penulisan karya ilmiah di tengah gempuran Artificial Intelligence (AI). Demi “meliterasikan” maksud tersebut, maka seminar didesain tidak hanya diikuti oleh mahasiswa PJKR semata, tetapi terbuka untuk umum sehingga pada saat kegiatan banyak peserta dari prodi lain yang terlibat dan aktif dalam diskusi dan tanya jawab. Prodi-prodi tersebut diantaranya, Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Prodi Pendidikan Matematika, dan Prodi Teknik Informatika.

Kegiatan seminar dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi PJKR, Yeremias Mamu Sare, M.Pd. Dalam sambutan pembukaannya, Yeremias mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Beliau juga mengapresiasi para peserta kegiatan khususnya peserta dari prodi lain yang telah hadir dalam seminari tersebut. Yeremias selanjutnya berharap agar materi seminar ini menjadi titik pijak pengembangan salah satu arah penelitian Prodi PJKR yakni berbasis budaya lokal.

Sambutan Ketua Program Studi PJKR, Yeremias Mamu Sare, M.Pd

Kegiatan selanjutnya diisi dengan pemaparan materi dari para narasumber diantaranya, Gregorius B. Telupun (Guru PJOK dan Praktisi dalam bidang olahraga); Bonefasius Bugalama Gerin, M.Pd (Dosen PJKR); dan Hironimus Bao Wolo, S.Fil., M.Hum (Dosen PJKR).

Gregorius B. Telupun sebagai pemateri I berbicara tentang motivasi dan pengalaman sebagai Guru PJOK. Hal ini membuka wawasan bagi para peserta untuk mempersiapkan diri sejak dini agar kelak menjadi seorang guru yang profesional di bidangnya.

Foto sesi 1 penyampaian materi oleh Gregorius B. Telupun

Pada sesi kedua, diisi dengan pemaparan materi dari Bonefasius Bugalama Gerin. Materinya difokuskan pada “olahraga tradisional dan relevansinya sebagai objek riset Penjas”. Sementara itu pada sesi ketiga, Hironimus Bao Wolo menyajikan materi tentang “etika dalam penulisan karya ilmiah di era kecerdasan buatan”.

Pemaparan materi kedua oleh Bonefasius Bugalama Gerin, M.Pd

Ketiga sesi pemaparan materi ini mendapat sambutan antusias dari para peserta dengan berbagai pertanyaan yang luar biasa. Hal menarik yang lahir dari sesi tanya jawab tersebut adalah antusiasme peserta dari prodi lain yang sangat tinggi dalam bertanya dan mengungkapkan pendapatnya. Fokus pertanyaan para peserta lebih diarahkan pada tantangan dan tips dalam penulisan karya ilmiah di era kecerdasan buatan.

Mahasiswa dari Prodi PBSI sedang mengajukan pertanyaan kepada narasumber

Selamat menjadi geneasi yang melek akan teknologi namun harus dibarengi dengan etika dalam pemanfaatannya.*(HBW)